Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Perkuat Pembelajaran di Sekolah, Asian Agri dan Tanoto Foundation Latih Guru di Asahan

4/15/2026 | 12:07 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-15T05:07:38Z



Perkuat Pembelajaran di Sekolah, Asian Agri dan Tanoto Foundation Latih Guru di Asahan -- ASAHAN (bareskrim.com) | Asian Agri melalui unit bisnisnya, PT Gunung Melayu (PT GM), berkolaborasi dengan Tanoto Foundation dalam menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Literasi dan Numerasi bagi Guru dan Kepala Sekolah di SD Swasta Bina Dharma KSN Gunung Melayu, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, pada 8–9 April 2026. 


Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.


Pelatihan ini melibatkan tiga sekolah di sekitar area kebun dan dirancang untuk memperkuat kapasitas pendidik melalui pendekatan yang aplikatif dan berbasis praktik. Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam dua kelompok belajar. 


Kelompok pertama terdiri dari 12 guru sekolah dasar yang difokuskan pada penguatan metode pembelajaran di kelas. Sementara itu, kelompok kedua merupakan sesi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang diikuti oleh enam peserta, yang terdiri dari tiga kepala sekolah dan tiga guru senior.


Sejalan dengan tujuan tersebut, Group Manager PT GM, Ramsi Simanjorang, menekankan pentingnya penguatan kapasitas tenaga pendidik sebagai fondasi peningkatan kualitas pembelajaran.


“Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah secara berkelanjutan. Kami berharap para peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata di lingkungan sekolah masing-masing, sehingga memberikan dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran siswa,” ujar Ramsi.


Melalui pelatihan ini, kepala sekolah diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam melakukan supervisi guru secara terstruktur serta menyusun perencanaan program sekolah berbasis data Rapor Pendidikan. 


Di sisi lain, para guru didorong untuk mengembangkan pembelajaran aktif dengan pendekatan MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi) serta menyusun pertanyaan pemantik menggunakan konsep PIT (Produktif, Imajinatif, dan Terbuka).




Mendukung hal tersebut, Project Management Unit Tanoto Foundation, Mesri Gultom, menegaskan bahwa keberlanjutan program dan implementasi di tingkat sekolah menjadi fokus utama dari pelatihan ini.


“Kami berharap melalui pelatihan yang diinisiasi bersama Asian Agri ini, dampaknya dapat langsung dirasakan oleh siswa. Pembelajaran diharapkan menjadi lebih menarik, sementara manajemen sekolah dapat berjalan lebih tertata sehingga berkontribusi pada peningkatan hasil belajar dan Rapor Pendidikan sekolah,” ujarnya.


Antusiasme peserta terlihat dari tingkat kehadiran yang mencapai 100 persen serta keterlibatan aktif selama sesi berlangsung. Pendekatan berbasis praktik juga diterapkan melalui kegiatan penyusunan modul ajar dan peer teaching sebagai simulasi proses belajar mengajar di kelas.


Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Rahuning, Boinen, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan menyoroti pentingnya keberlanjutan dukungan bagi sekolah-sekolah di wilayah tersebut.


“Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami untuk terus berinovasi dan berkembang. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga para guru dapat terus belajar, beradaptasi dengan perubahan, dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa,” ujarnya.


Sebagai tindak lanjut, para peserta akan mengimbaskan hasil pelatihan kepada rekan guru di sekolah masing-masing dan mulai mengimplementasikan pembelajaran yang telah dirancang. 


Untuk memastikan keberlanjutan program, Asian Agri dan Tanoto Foundation akan melakukan kunjungan lanjutan melalui kegiatan mentoring dan monitoring.


Melalui kegiatan ini, peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah diharapkan dapat terus didorong guna menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan berkualitas. 


Upaya ini sejalan dengan komitmen Asian Agri dan Tanoto Foundation dalam menjalankan prinsip 5C – Good for the Community, Good for the Country, Good for the Climate, Good for the Customer, dan Good for the Company – melalui kontribusi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. (ucup/B) 

×
Berita Terbaru Update